Keindahan Alam

Sejuknya Wisata Di Air Terjun Dengan Keindahan Alam

Keindahan Alam Jangan terlewat peluang untuk datang tempat rekreasi Cobanrondo apabila Anda datang ke wilayah Batu, Malang. Tempat rekreasi yang berwujud air terjun alami ini hilangkan kepenatan Anda. Situasi alamiah dan udara yang sejuk salah satu soal menentramkan yang bisa diperoleh di air terjun Coban Rondo. Manalagi yang dapat Anda temukan di situ?

Coban Rondo
Air terjun Coban Rondo berada di lereng Gunung Kawi, Kabupaten Malang yang menurut administrasi pengurusan rimba masuk ke daerah KPH (Kesatuan Penopangan Rimba) Perum Perhutani Malang. Sedang menurut administrasi pemerintah, Cobanrondo ada di Dusun Pandesari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang.

Untuk bertandang ke tempat rekreasi ini tidaklah terlalu susah, sebab waktu melalui jalan raya di antara Batu tuju Pujon, Anda bisa memandang anjuran jalan ketujuan air terjun Coban Rondo. Jalanan yang udah baik mempermudah pengunjung yang ada memanfaatkan kendaraan. Tempat rekreasi ini bisa juga dijangkau dengan memanfaatkan transportasi umum sebab terletak yang tidaklah terlalu jauh dari keramaian.

Nikmati Cobanrondo
Teritori tamasya CobanrondoJika mau capai air terjun, Anda mesti berjalan kaki kurang lebih 2 km dari loket pembelian karcis. Perjalanan tidak akan berasa berat sebab rimbunnya pohon pohon hijau yang bakal buat perlindungan Anda dari sengatan cahaya matahari dan memberinya banyak oksigen untuk paru-paru. Jalan setapak yang perlu dilalui udah baik hingga tidak memperberat perjalanan Anda.

Dengan temperatur umumnya kurang lebih 22 derajat Celcius, Anda bakal nikmati kesejukan situasi. Hingga tidaklah mengherankan apabila beberapa pengunjung yang suka untuk santai di bawah pohon pohon atau duduk sesaat di atas kursi batu yang siap.

Dalam tempat rekreasi ini ada sarana lain seperti ajang bermain anak atau tempat untuk Anda yang mau kemping di alam terbuka. Diperjalanan, Anda bakal melalui jembatan yang melintang di atas sungai. Suara riak-riak air kedengar mempersejuk. Di ujung jalan, banyak juga pedagang-pedagang yang menjajakan makanan, minuman, atau souvenir antik yang dapat jadi cinderamata atau oleh-olehan.

Hal yang lain pula memikat ialah terdapatnya monyet-monyet yang tampak untuk minta atau cari makanan dari banyak pengunjung. Tingkahnya yang lucu, banyak mengundang perhatian beberapa anak.
Air Terjun Coban Rondo
Waktu datang di muka air terjun Coban Rondo, situasi fresh dan dingin langsung berasa. Air terjun dengan ketinggian 84 mtr. ini kelihatan gagah dengan melampiaskan banyak air. Pada musim penghujan, debet air terjun sekitar 150 liter tiap-tiap detik, sedang pada musim kemarau debet airnya 90 liter per detik.
Rasa capek bakal raib dengan nikmati air terjun yang ada di ketinggian 1.135 mtr. di permukaan laut. Panorama elok alami di kurang lebih air terjun bisa memberi ketenangan. Anda bisa juga rasakan dinginnya air yang menghujani badan atau berenang di kolam di bawah air terjun yang bakal memberinya kesegaran. Peluang untuk berpose di muka air terjun bersama rekan atau keluarga tidak dilewati banyak pengunjung.
Legenda Coban Rondo
Coban adalah kata ke bahasa Jawa yang bermakna air terjun. Sedang rondo bermakna janda. Ada legenda perihal asal mula nama air terjun ini. Narasi ini bisa Anda tonton di dekat air terjun, dalam suatu frame kaca, terdaftar Legenda Cobanrondo yang disebut asal mula nama tempat ini.
Peristiwanya ialah sewaktu pasangan suami istri yang baru menikah. Si istri yang memiliki nama Dewi Anjarwati asal dari Gunung Kawi. Sedang suaminya yang memiliki nama Raden Baron Kusuma asal dari Gunung Anjasmoro.
Sewaktu pernikahan udah capai 36 hari (selapan), Dewi Anjarmwati ajak suaminya untuk datang Gunung Anjasmoro, wilayah asal suaminya. Orang-tua Dewi Anjarwati larang ke-2 nya pergi sebab baru selapan. Namun, Dewi Anjarwati dan suaminya masih berkeras untuk pergi.
Sewaktu diperjalanan, mereka berdua dikejuti dengan datangnya Joko Lelono yang tidak dipahami asal-usulnya. Joko Lelono terpikat oleh kecantikan Dewi Anjarwati dan usaha mengambilnya.
Selanjutnya perkelahian di antara Raden Baron Kusuma dengan Joko Lelono tidak bisa dihindarkan. Terhadap punokawan yang menyertainya, Raden Baron memberi pesan supaya Dewi Anjarwati diselipkan di daerah yang ada cobannya (air terjun). Perkelahian lagi berjalan hingga selanjutnya Raden Baron dan Joko Lelono sama meninggal dunia. Dengan begitu Dewi Anjarwati jadi janda atau ke bahasa Jawa ialah rondo. Mulai sejak waktu itu, air terjun tempat Dewi Anjarwati tunggu suaminya dimaksud Coban Rondo. Katanya, batu besar di bawah air terjun adalah tempat duduk si putri.
Scroll to top
error: Content is protected !!